Mengenal Pengertian Batu Hiperurik Kalsium Oksalat Pada Ganggan Ginjal dan Saluran Kemih


Mengenal Pengertian Batu Hiperurik Kalsium Oksalat Pada Ganggan Ginjal dan Saluran Kemih dan juga  faktor-faktor lain yang berpengaruh pada ekskresi sitrat.
Sebagian besar penderita batu hiperurik kalsium oksalat, adalah yang mengkonsumsi lebih banyak daging, ikan dan daging ternak lainnya di samping nasi, roti dan jenis-jenis tepung, sekalipun penderita-penderita itu tidak menunjukkan peningkatan kadar asam urat dalam darahnya. Sitrat adalah salah satu pengikat kalsium dalam air kemih (salah satu inhibitor) sehingga ikatan komplek ini selalu larut dalam air kemih (terbentuk ikatan sitrat-kalsium). Bila konsumsi protein hewani berlebihan, ekskresi sitrat akan menurun sehingga mempermudah terbentuknya batu.

Di samping kadar sitrat, tingkat keasaman (pH) air kemih juga sangat berpengaruh pada pembentukan batu, pada konsumsi protein hewan yang tinggi, menyebabkan pH air kemih menurun. Pada keadaan pH air kemih rendah dan ekskresi sitrat juga rendah, kemungkinan besar ekskresi kalsium akan meningkat yang dapat mempermudah pembentukan batu kalsium dan urat.

Beberapa penyakit yang menyebabkan ekskresi sitrat menurun (hipositraturi) yakni Chronic Diarrheal Syndrome (penyakit buang-buang air besar/mencret Yang menahun), infeksi saluran kemih, rendahnya kadar kalium (hipokalemia) dan asidosis tubulus ginjal. (Renal Tubular Acidosis).

Masih ada faktor-faktor lain yang berpengaruh pada ekskresi sitrat, antara lain: tinggi rendahnya kadar Bikarbonas darah yang berpengaruh langsung pada kadar asam-basa darah. Kalau bikarbonas darah tinggi, maka ekskresi sitrat akan tinggi dan sebaliknya. Demikian juga seseorang yang berolah raga terlalu berat atau latihan fisik yang berat dapat merubah kadar asam-basa darah yang juga mempengaruhi ekskresi sitrat. Risiko lain yang patut dikemukakan di sini adalah risiko garam terhadap pembentukan batu (garam dapur).

Hubungan antara garam (ekskresi garam dalam air kemih) dan pembentukan batu mula-mula dilaporkan garam yang tinggi menyebabkan ekskresi kalsium tinggi pula yang disebabkan oleh meningkatnya volume ekstra selluler (volume di luar sel) yang akan menghambat reabsorbsi tubulus terhadap kalsium (ekskresi kalsium meningkat).

Setiap peningkatan 100 mg garam dalam, makanan dapat meningkatkan 25-50 mg kalsium dalam urin. Batu sistin, terbentuk akibat ekskresi sistin selalu tinggi; sistin terdapat dalam methionin (salah satu jenis asam amino esensial) yang banyak terdapat dalam daging, telur, sea food dan lain-lain, yang umumnya berasal dari hewan, terutama yang masih segar.

0 Response to "Mengenal Pengertian Batu Hiperurik Kalsium Oksalat Pada Ganggan Ginjal dan Saluran Kemih"

Post a Comment